
PACITAN – Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan menyelenggarakan Asesmen Lapangan Usulan Pembukaan Program Studi Baru Magister Studi Islam pada 14–16 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari proses evaluasi usulan pembukaan program studi baru oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Asesmen lapangan ini dihadiri oleh tim asesor yang terdiri atas Prof. Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag., dari UIN Sunan Ampel Surabaya; Dr. H. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I., dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang; serta Fatkhu Yasik, M.Pd., selaku Kepala Subtim Mutu Akademik pada Subdirektorat Pengembangan Akademik, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, M.Pd.I.; Wakil Rektor, Dr. Septyana Tentiasih, M.Pd.; Kepala Biro Akademik, Eka Danik Prahastiwi, M.Pd.; Kepala Biro Kemahasiswaan, Dr. Ismail, M.Pd.; Direktur Pascasarjana, Dr. Itsnaini Muslimati A., M.Pd.; serta seluruh tim dosen dan tenaga kependidikan ISIMU Pacitan.
Dalam pelaksanaan asesmen, Prof. Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag., menegaskan bahwa asesmen lapangan merupakan tahapan penting untuk memastikan kesiapan dan kesesuaian seluruh komponen program studi yang diusulkan dengan ketentuan yang berlaku.
“Asesmen lapangan ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh komponen program studi yang diusulkan telah sesuai dengan regulasi. Melalui proses ini, kami melakukan penelaahan terhadap berbagai aspek penyelenggaraan program studi agar pelaksanaannya memenuhi standar dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Rektor ISIMU Pacitan, Dr. Ahmadi, M.Pd.I., menyampaikan bahwa pengusulan program studi magister tersebut merupakan bagian dari upaya institusi dalam mengembangkan layanan pendidikan tinggi dan memperkuat kontribusi akademik bagi masyarakat.
“Pengusulan Program Studi Magister Studi Islam merupakan langkah strategis ISIMU Pacitan dalam mengembangkan pendidikan pascasarjana. Kami berkomitmen untuk menyiapkan seluruh aspek penyelenggaraan program studi secara optimal, baik dari sisi akademik, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, maupun tata kelola kelembagaan, agar pengembangan ini sejalan dengan standar mutu pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu, Fatkhu Yasik, M.Pd., selaku Kepala Subtim Mutu Akademik pada Subdirektorat Pengembangan Akademik, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, menekankan pentingnya pemenuhan standar mutu akademik dalam proses pengusulan program studi baru.
“Pemenuhan standar mutu akademik menjadi aspek penting dalam pengusulan program studi baru. Karena itu, kesiapan perguruan tinggi perlu ditinjau secara menyeluruh, mulai dari kurikulum, ketersediaan dosen, dukungan sarana dan prasarana, hingga sistem penjaminan mutu. Seluruh komponen tersebut harus saling mendukung agar program studi yang diusulkan memiliki landasan penyelenggaraan yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum bagi ISIMU Pacitan untuk memperoleh evaluasi terhadap kesiapan pembukaan kedua program studi yang diusulkan. Proses tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperkuat tata kelola akademik, meningkatkan mutu pendidikan, dan mengembangkan pendidikan pascasarjana yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui tahapan evaluasi ini, ISIMU Pacitan berharap pengembangan Program Studi Magister Studi Islam dapat diproses sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Hasil asesmen selanjutnya menjadi bagian dari pertimbangan pihak berwenang dalam proses penetapan usulan pembukaan program studi baru.
*) Penulis: Winarno
Editor: Tim Kreatif ISIMU Pacitan