Dari Kampus untuk UMKM: Empat Mahasiswa Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan Resmi Menjadi Pendamping Halal

Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal Batch VIII Ponorogo Halal Center. Foto: Mahasiswa ISIMU Pacitan

Ponorogo – Upaya memperkuat ekosistem industri halal sekaligus mendukung kemajuan usaha mikro dan kecil (UMK) terus mendapat dukungan dari kalangan perguruan tinggi. Komitmen tersebut salah satunya ditunjukkan oleh Program Studi Ekonomi Syariah Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan melalui keterlibatan mahasiswanya dalam Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (PPH) Batch VIII yang diselenggarakan oleh Ponorogo Halal Center.

Kegiatan yang mengusung tema “Akselerasi Halal UMK: Menjadi Pendamping PPH yang Kompeten, Responsif, dan Berintegritas” tersebut dilaksanakan pada 12 Juni 2026 di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Pelatihan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah yang dipersiapkan untuk menjadi pendamping dalam proses sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro dan kecil.

Dari ISIMU Pacitan, empat mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah berhasil mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga tuntas. Setelah melalui proses pembelajaran, pendalaman materi, praktik pendampingan, serta evaluasi kompetensi, mereka dinyatakan lulus dan sah untuk menjalankan tugas sebagai Pendamping Proses Produk Halal (PPH).

Keberhasilan tersebut menjadi capaian yang membanggakan bagi kampus sekaligus membuka ruang pengabdian baru bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat. Sebab, di balik sebuah sertifikat halal terdapat proses pendampingan yang memerlukan pemahaman regulasi, ketelitian administrasi, serta kemampuan membangun komunikasi dengan para pelaku usaha.

Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai kebijakan jaminan produk halal, mekanisme pengajuan sertifikasi, identifikasi bahan dan proses produksi, hingga tata cara pendampingan UMKM sesuai ketentuan yang berlaku. Bekal tersebut menjadi modal penting bagi para mahasiswa untuk membantu pelaku usaha yang selama ini masih menghadapi berbagai kendala dalam mengurus sertifikasi halal.

Salah satu peserta pelatihan, Rahma, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya setelah dinyatakan lulus sebagai Pendamping Proses Produk Halal. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga menghadirkan kesempatan untuk berkontribusi secara nyata kepada masyarakat.

“Kami merasa bangga sekaligus memiliki tanggung jawab baru setelah dinyatakan lulus sebagai Pendamping Proses Produk Halal. Banyak pelaku UMKM yang sebenarnya memiliki produk berkualitas, tetapi masih menghadapi berbagai kendala dalam proses sertifikasi halal. Melalui kompetensi yang kami peroleh, kami berharap dapat membantu mereka melewati proses tersebut dengan lebih mudah dan cepat,” ujar Rahma.

Ia menambahkan bahwa keberadaan pendamping halal di daerah sangat dibutuhkan untuk memperluas akses layanan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku usaha kecil yang memerlukan pendampingan secara langsung. Dengan semakin banyak produk yang tersertifikasi halal, kepercayaan konsumen akan meningkat dan peluang pasar yang lebih luas dapat terbuka bagi UMKM.

Keberhasilan empat mahasiswa tersebut juga mendapat apresiasi dari Ketua Program Studi Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan, Malta Anantyasari, M.M. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen program studi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori ekonomi syariah, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang dibutuhkan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kesungguhan mahasiswa dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan hingga dinyatakan lulus sebagai Pendamping Proses Produk Halal. Ini merupakan capaian yang membanggakan sekaligus menjadi bukti bahwa mahasiswa Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan mampu berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ekonomi syariah di masyarakat,” tuturnya.

Malta menjelaskan bahwa sertifikasi halal saat ini bukan sekadar pemenuhan aspek regulasi, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat daya saing produk. Oleh karena itu, keberadaan pendamping halal menjadi elemen penting dalam mendukung percepatan sertifikasi halal di tingkat daerah.

“Kami berharap ilmu dan kompetensi yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai sertifikat semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pendampingan kepada para pelaku usaha. Dengan demikian, mahasiswa dapat menjadi mitra masyarakat sekaligus agen pemberdayaan ekonomi umat yang memberikan manfaat nyata bagi daerah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Program Studi Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan akan terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai program pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri halal nasional. Langkah tersebut sejalan dengan visi program studi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berdaya saing.

Keikutsertaan mahasiswa dalam Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal Batch VIII menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi berbasis syariah. Melalui kompetensi yang dimiliki para pendamping halal muda ini, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM di Kabupaten Pacitan yang memperoleh kemudahan dalam proses sertifikasi halal sehingga mampu meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan daya saing produknya.

Dari ruang pelatihan di Ponorogo, langkah kecil itu kini membawa harapan besar. Bukan hanya bagi para mahasiswa yang memperoleh kompetensi baru, tetapi juga bagi para pelaku UMKM yang tengah berjuang mengembangkan usahanya. Dengan semangat kolaborasi antara kampus dan masyarakat, kehadiran pendamping halal muda diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan ekonomi umat yang lebih kuat, mandiri, dan berkelanjutan.(*)

 

*) Penulis: Winarno

Editor: Tim Kreatif PMB

Scroll to Top