Kembangkan Potensi Wisata Halal, ISIMU Pacitan dan STAI Al Akbar Surabaya Gelar Riset Kolaboratif

Tim peneliti dari Prodi Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan dan STAI Al Akbar Surabaya berpose bersama usai melaksanakan kegiatan riset kolaboratif di Information Center, Pacitan. (Dok. Prodi ES ISIMU Pacitan)

PACITAN – Dua perguruan tinggi dengan fokus keilmuan ekonomi syariah menggelar kolaborasi penelitian akademik untuk memetakan dan mengembangkan potensi wisata di wilayah selatan Jawa Timur. Riset yang mengangkat tema “Pariwisata Halal di Kabupaten Pacitan” ini dilaksanakan selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Juli 2026.

Kolaborasi strategis ini mempertemukan Institut Studi Islam Muhammadiyah (ISIMU) Pacitan dengan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Akbar Surabaya. Kedua belah pihak menerjunkan tim peneliti dari Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah untuk turun langsung ke lapangan, melakukan observasi, serta mengkaji ekosistem pariwisata di Bumi Seribu Satu Goa.

Kegiatan riset ini dikawal langsung oleh pimpinan dari masing-masing program studi. Ketua Program Studi Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan, Malta Anantyasari, S.E., M.M., menilai Kabupaten Pacitan memiliki modal sosial dan natural yang sangat kuat untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata halal yang berdaya saing.

“Melalui kolaborasi riset ini, kami dari ISIMU Pacitan bersama STAI Al Akbar ingin merumuskan konsep pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjamin kenyamanan wisatawan muslim melalui penyediaan ekosistem yang sesuai syariah. Ini adalah wujud nyata catur dharma perguruan tinggi yang dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat dan pemerintah daerah,” ujar Malta di sela-sela kegiatan survei lapangan, Rabu (8/7/2026).

Senada dengan itu, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah STAI Al Akbar Surabaya, Ubaid Aisyul Hana, S.HI., M.E., menambahkan bahwa sinergi akademik ini merupakan terobosan penting untuk menjembatani teori di kelas dengan realitas di lapangan.

“Kami melihat Pacitan sebagai ruang kajian yang sangat strategis. Harapannya, luaran dari penelitian kolaboratif ini tidak hanya berhenti sebagai publikasi jurnal ilmiah, tetapi juga diturunkan menjadi rekomendasi strategis atau policy brief bagi Pemkab Pacitan dalam menyusun grand design pariwisata halal yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Ubaid.

Mahasiswa melakukan observasi lapangan dan wawancara dengan pelaku UMKM di salah satu sentra perdagangan Pacitan untuk memetakan potensi pariwisata halal. (Dok. Prodi ES ISIMU Pacitan)

Dari perspektif peserta, kegiatan ini memberikan pengalaman mendalam bagi para mahasiswa yang terlibat langsung dalam riset lapangan. Rahma A’nur, anggota tim peneliti dari Prodi Ekonomi Syariah ISIMU Pacitan, menyebut bahwa potensi pariwisata halal di Pacitan sangat besar namun masih membutuhkan pemetaan yang lebih terstruktur.

“Turun langsung ke destinasi wisata di Pacitan membuka mata kami bahwa potensi pariwisata halal di sini sangat besar, namun masih membutuhkan pemetaan dan standarisasi yang lebih terstruktur. Kami melihat bagaimana pelaku UMKM di sekitar objek wisata mulai menyadari pentingnya layanan yang ramah muslim, mulai dari ketersediaan makanan halal hingga fasilitas ibadah yang layak. Pengalaman riset lapangan ini benar-benar menguatkan pemahaman kami bahwa ekonomi syariah bukan hanya teori, melainkan solusi konkret bagi perekonomian masyarakat,” kata Rahma.

Sementara itu, dari sisi mahasiswa STAI Al Akbar Surabaya, Titania Dwi menilai kolaborasi lintas kampus ini memberikan perspektif baru dalam memahami konteks lokal Pacitan.

“Kolaborasi ini memberikan pengalaman yang berbeda dari riset yang biasa kami lakukan di Surabaya. Berdiskusi langsung dengan rekan-rekan dari ISIMU Pacitan yang lebih memahami konteks lokal, serta berinteraksi dengan masyarakat dan pelaku wisata di lapangan, membuat kami menyadari bahwa pengembangan pariwisata halal membutuhkan pendekatan yang holistik. Kami berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi tugas akademik, tetapi benar-benar bisa diadopsi oleh pemerintah daerah dan pelaku usaha di Pacitan,” ungkap Titania.

Tim peneliti melakukan survei langsung ke destinasi wisata pantai di Pacitan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata halal. (Dok. Prodi ES ISIMU Pacitan)

Hasil dari penelitian kolaboratif selama lima hari ini ditargetkan dapat menghasilkan rekomendasi akademis dan praktis. Temuan riset tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata halal yang berprinsip syariah.(*)

*) Penulis: Winarno

Editor: Tim Kreatif PMB

Scroll to Top